mencoba saja

Showing posts with label michael maier. Show all posts
Showing posts with label michael maier. Show all posts

Monday, February 8, 2010

Teks-teks untuk Foto Michael Maier (5)




Pelakon Kehabisan Peran

PANGGUNG ini: dunia sandiwara

Aku: pelakon kehabisan peran
Berpura-pura menjadi penonton

Kau: penonton enggan pulang,
menari pada ulur serangkai rantai
berpegang pada cahaya telanjang

*

Panggung ini: punggung bimbang

Sepi: bertepuk di bangku kosong
Langit-langit membikin semacam hujan
menaburkan warna rawan, kelam kalam

Remang: ragu mengatur bayang-bayang


*

Panggung ini: bangku tak panjang,
bimbang, ikut menahan hati gemetar


Seperti dalam makam, liang longgar,
tapi aku tak bisa beranjak keluar.

Ada yang berziarah menaburkan mawar:
harum itu, satu-satunya kabar.















Read More...

Thursday, February 4, 2010



:: Sweet Sadness - Michael Maier

Pertunjukan Pertanyaan

: Chendra Panatan


KENAPA langit seperti menahan nyeri, dan lampu
seakan menunggu kota hendak memadamkan diri?

Kenapa alun-alun ini disesaki sepi? Bahkan
jejak-jejak sembunyi menyeka bekas sendiri?

Kenapa gedung-gedung itu memejamkan jendela?
Dan pintu? Kenapa cahaya ragu mengetuk di sana?

Kenapa bulan rabun? Dan dua merpati itu sejak
kapan sanggup menanggung sejuk udara berembun?

Dan kita? Apakah sepasang penari meningkahi
sepi, atau badut sirkus kehidupan meniti tali?


Read More...

Teks-teks untuk Foto Michael Maier



:: The Little Pianist (2005), Michael Maier.

Sang Pianis Kecil

: Ananda Sukarlan

TUNGGU, sebentar dia sedang menentukan lagu,
apa yang ia mainkan di bilah-bilah piano itu.

Jangan kita ganggu. Jangan bikin ia jadi ragu.

Tunggu, aku elang yang tak tahu lagu, biar aku
bawakan dia puncak paling puncak, tempat dia
menemukan diri, membebaskan jari, melepaskan
hati, melagukan nyanyi, memperdengarkan yang
hilang dari bising suara-suara hariku-harimu.

Jangan kita tuntut. Jangan bikin ia jadi takut.

Tunggu, lihat, segalanya sempurna terbentang,
teluk setenang peluk, awan seramah halaman,
hutan sehijau usia rawan. Dan angin? Ia
berjanji akan menari, gerak yang lama ia
pelajari, ia simpan selama dalam sembunyi.

Suara dan waktu kanak. Ah, jangan kita rusak.


Read More...

Monday, February 1, 2010

Teks-teks untuk Foto Michael Maier



:: Serenade of Love (2007) - Michael Maier.

Serenade Waktu: Kepompong yang Mengupu-kupukan Engkau

ENGKAU yang taat dan percaya hanya pada Waktu: Kepompong yang mengupu-kupukan engkau.

Engkau yang bersangka baik pada Laut: Rahim yang menjaninkan gairah gelombang engkau.

Engkau yang takluk menunjuk pada Langit: Hati yang meluaskan dan menabahkan gelisah engkau.

Engkau yang hanya menemui Serenade Cinta melagu sendiri di pantai itu, tak sempat mendapati dia: Si Pemain Celo, dia yang pernah lama menunggu engkau.



Read More...

Teks-teks untuk Foto Michael Maier



:: Don't Let The Sun Go Down


Penyembah Malam

IA meliuk agar malam tak jadi malam
ia rayu senja agar menangkap matahari,
lalu menyekap di lanskap, kemurungan
yang nyaris lengkap: kepingan awan,
langit yang ragu pada warna, camar
yang rabun, dan membisu dari pekikan.

Ia sudah sangat malam. Ia telah lama
jadi penyembah malam. Ia berambut
malam. Ia bergaun malam. Ia bersepatu
malam. Ia memasang lampu di tubuhnya
yang malam. Ia sudah terlalu malam.
Ia letih, ia ingin tak lagi ada malam menginap
di matanya yang ingin sekali memejam.

"Engkaukah yang datang menjemputku
di balon udara itu?" ia bertanya, dan
mengacungkan cahaya, seperti mercu
menyuar pelayar yang ragu pada tuju.



Read More...