mencoba saja

Showing posts with label KAMUS. Show all posts
Showing posts with label KAMUS. Show all posts

Friday, August 21, 2009

[FIKSIMINI] Puisi

pu·i·si n 1 ragam sastra yg bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait; 2 gubahan dl bahasa yg bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus; 3 sajak;...


DIA marah sekali pada para penyusun kamus yang tak dikenalnya itu. "Cuma begitu kemampuan mereka menguraikan makna diriku? Huh! Memalukan. Memuakkan!" katanya.


"Sabar. Sabar..." kata saya mencoba menyabarkan dia.

"Sabar? Apa saya bisa sabar? Coba kamu baca itu di Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi apa itu? Ragam sastra yang bla bla bla...., gubahan dalam bahasa yang bla bla bla... Apa itu?" katanya, marahnya makin menjadi.

"Eee, begini sajalah. Biar saya yang bukan siapa-siapa ini mencoba mendefinisikan kamu dengan cara lain. Yaitu dengan terus-menerus mencoba menuliskan Anda. Bagaimana?" kata saya.

Sepertinya marahnya mereda. Dia lalu pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun. Tapi, rasanya dia tak pernah berada terlalu jauh dari saya. Saya, menyesal juga sudah menjanjikan sesuatu padanya. Karena sejak saat itu saya selalu merasa tertagih, terus-menerus menuliskan dia....

Read More...

[FIKSIMINI] Tidak


ti·dak
adv partikel untuk menyatakan pengingkaran, penolakan, penyangkalan, dsb; tiada: tempat kerjanya -- jauh dr rumahnya; apa yg dikatakannya itu -- benar; ...


"OH, tidak! Seharusnya aku tidak ada di sana, di halaman kamus ini. Tidak! Seharusnya tak usah saya dilemakan di sini!" kata kata "tidak" itu.


Saya memperhatikan kata itu. Sudah sering saya bertemu dia di sana, ketika sesekali saya berkunjung ke sana, ke Kamus Besar Bahasa Indonesia itu. Tapi, kali ini saya lihat dia lain...

"Oh, sayalah kata yang merusak segalanya. Sayalah kata yang menggoda pasangan manusia pertama itu terbuang dari surga dan kemudian menjalani kehidupan lain di dunia. Aduh, maafkan saya, saya sebenarnya tak pernah ingin lahir sebagai 'tidak', sebagaimana kini adanya saya! Sayalah yang dulu meminta Hawa mengucapkan saya, sekali saja, itulah saat saya pertama kali diucapkan, yaitu ketika Hawa mengajak Adam menidakkan larangan itu..."

Saya tak tahu apakah dia berbicara pada saya. Saya menyimak dan mulai mengerti kenapa dia bicara seperti menahan menangis, seakan menanggung sesuatu yang amat besar sesalnya...

"Saya bukan antonim dari 'ya'. Bukan. Saya tak pernah melawan dia. Saya dulu adalah bagian dari dia. Saya menghormati dia. Saya mengagumi dia. Saya salut pada ketabahan 'ya' kata paling hebat di dunia itu. Saya ini tidak ada apa-apanya dibanding dia. Oh, betapa inginnya saya kembali lagi menyatu dengannya...."

Ah, kata yang cengeng. Saya balikkan saja halaman kamus itu. Mencari kata lain.***

Read More...

[FIKSIMINI] Kamus

ka·mus n 1 buku acuan yg memuat kata dan ungkapan, biasanya disusun menurut abjad berikut keterangan tt makna, pemakaian, atau terjemahannya; 2 buku yg memuat kumpulan istilah atau nama yg disusun menurut abjad beserta penjelasan tt makna dan pemakaiannya; 3 ki diri, pikiran: tak ada istilah “takut” dl -- saya;


"BILANG pada Penyair itu --- ah, siapa namanya itu? --- Apa salah saya? Saya tak pernah membelenggu kata manapun. Saya tak pernah meminta kata-kata itu ada di dalam saya.


"Saya sayang pada semua kata-kata yang ada pada saya. Ada kata yang tak pernah lagi kalian perhatikan. Ada yang mati terbunuh. Ada kata yang entah bagaimana kalian memperlakukannya, tiba-tiba dia merasa bukan lagi kata...

"Jadi, jangan salahkah saya. Tolong, bilang pada Penyair itu --- ah, siapa itu namanya -- ya. Tak perlu dia membebaskan kata dari saya, saya tak pernah membenahi kata manapun. Saya ini kan cuma menampung kata. Menerima tumpangan. Menerima mereka apa adanya...

"Jadi, jangan musuhi saya. Bilang padanya, pada Penyair itu, dia bebas saja membebaskan kata yang mana saja dari saya. Pada hakikatnya kata-kata itu memang bebas, bukan? Jangan terlalu menganggap saya ada. Saya ini apalah, saya cuma kamus saja." ***

Read More...